Friday, August 19, 2005

Kinanthi...Sang Pemikat! (Reamo Protection Act.5)

Tak pernah kubayangkan pula. Aku harus bertemu dengan musuh-musuh yang baru. Seindah Salju, Setajam Pisau. Mungkin kata-kata itu yang dapat kuungkapkan saat ini. Seorang yang lembut ternyata mampu menghancurkan karang di Lautan.

Hari ini aku terbangun dengan iringan lagu Utada Hikaru "Work Out", ya lagu yang dapat membangkitkan semangatku. Aku begitu kaget melihat Oriri sudah terjatuh di lantai dengan beberapa luka di tubuhnya tak tersadarkan diri."Oriri...Bangun...Kau kenapa?Oriri...buka matamu!"aku berteriak. Aku bergegas akan memanggil dokter, disaat yang bersamaan Oriri siuman dengan senyuman manis menghiasi wajah imutnya."syukurlah kamu sudah siuman.Katakan, apa yang terjadi semalam?" , "Aku semalam bermimpi sedang bertarung dengan seorang ksatria. Tapi dia cantik dan terlihat lembut. Aku juga tak mengerti aku terbangun dengan semua luka di tubuhku.Aku pun juga tak yakin bahwa pertarungan semalam hanyalah mimpi belaka. Aku benar2 merasakan sakit di sekujur tubuh."
"Mungkinkah dia seorang Medallion?mana mungkin medallion berwujud seorang gadis?"
tanyaku," Tak ada yang tak mungkin Rea, dalam mimpiku dia juga berkata bahwa dia telah bosan dengan segala kerusakan yang terjadi di duniaku dan duniamu ini. Dia mengatak sesuatu tentang angkara yang tak kunjung berhenti.","APA..?Angkara katamu?Berarti dia adalah salah satu bentuk cinta diantara medallion. Mungkinkah dia asmaradhana?"
Karena hari ini adalah hari libur, aku menghabiskan waktuku di rumah untuk merawat luka Oriri. Kami terus berpikir mengenai kejanggalan pada mimpi Oriri. TEEEETT. . . suara bel rumahku berbunyi."Itu pasti Vanessa. Aku tadi mengundangnya ke sini"ujar Oriri.Aku membukakan pintu untuknya. Kami bertiga membahas kejadian semalam."Aku tahu. Pasti medallion itu telah bangkit karena ingin mengatakan sesuatu pada kita.Ehm... mungkin sebentuk pesan."ucap Vanessa,"Oriri, jelaskan padaku mengenai ke-sembilan medals Macapat itu. Aku ingin mengetahui lebih jauh."lanjut Vanessa.
"Medals merupakan penjaga legendaris dunia kami, Neevana. Kami juga belum begitu pasti mengenai keberadaannya.Yang aku ketahui bahwa para medals telah membuat kekacauan di dunia kami.Mereka tak segan menghancurkan beberapa daerah...mungkin lebih tepatnya melenyapkannya. Tak ada bekas sedikitpun mengenai beberapa daerah tersebut."jelas Oriri."kemarin aku melihat adanya kejanggalan di sekolah. Beberapa anak berandal di sekolahan yang biasanya mengganggu cewek-cewek, kemarin hanya diam saja dihadapan Kinanthi, sang murid baru kita.Aku merasakan hal itu tidak seperti biasanya","mereka terpikat akan kecantikannya. Guru yang biasanya usil pada murid cewek pun hanya terdiam ketika baradu pandangan dengannya"tambahku"apakah itu masih dalam batas kenormalan?Entahlah..."
"Mungkin kita tetap harus waspada dengannya. Aku membayangkan kejadian semalam, wajah ksatria itu sangatlah mirip dengan siswa bary kita"
sahut Oriri
"benarkah? Jadi...cewek pendiam itu musuh kita?"tanya Vanessa."aku juga belum tahu pasti, tapi sebaiknya kita berhati-hati pada setiap kejadian yang janggal."jelas ku

to be continued....

Wednesday, August 10, 2005

Let's Do It ! (Reamo Protection Act.4)

Aku tak menyangka akan sedahsyat ini kekuatan yang kumiliki. Segala sesuatu yang berhubungan dengan air dapat kukendalikan. aku merasa bagaikan berada di cerita-cerita heroic yang sering kubaca saat aku masih SD. Kadang aku masih merasa aneh dengan hal yang kualami ini. saat tertidur oun aku merasa berada di dalam laut yang tenang. Sering aku merasakan adanya kekuatan yang besar yang ada di dalam diriku ini, tetapi hingga saat ini aku belum bisa mengendalikannya dengan sempurna.


Hari inipun aku menjalani aktivitas seperti biasa. Oriri juga semakin terbiasa dengan kehidupan di Bumi. aku sering melihatnya sebal akan tingkah teman sekelasnya yang selalu berusaha mendekati. Pelajaran Bahsa Inggris yang diterangkan oleh Mr. Edward sangatlah menyenangkan. Ia sering menceritakan budaya dan kebiasaan masyarakat Indian. ketika pelajaran telah usai, ada pengumuman dari Kepala Sekolah bahwa seharusnya hari ini akan tiba 2 murid baru. Mereka pindahan dari Kota Sragen dan Australia, tetapi karena adanya suatu hal, mereka baru akan mulai sekolah besok.
Sesampai di rumah, aku bercerita perihal murid baru yang akan datang ke sekolah kami. Aku beranggapan bahwa pasti salah satu atau kedua murid itu adalah Ksatria pelindung Medallion. AKu sering membaca di cerita2 komik seperti itu. Oriri menertawakanku. Dia beranggapan bahwa aku terlalu mengada-ada."Dasar orang Lugu. Rea, kapan sih kamu bisa dewasa kalau selau bersikap seperti itu?"ejek Oriri,"Biarin, suka-suka aku!"jawabku sebal.
Hari ini kami berlatih di tempat yang sama, walupun hari sudah gelap (pukul 8 malam) dan huja, kami tetap berlatih. Menurut Oriri saat ini adalah saat yang tepat untuk melatih kekuatanku. Dia segera mengambil ancang-ancang penyerangan. Seberkas sinar hijau yang keluar dari gelang di tangannya membentuk sepasang trisula. Dia mengayunkan trisula ke arahku. aku sudah sering mengetahui gerakan itu sehingga dengan mudah dapat kuhindari. Begitu pula dengan serangan kedua dimana dia mulai menusukkan Trisulanya ke bagian dada dan perutku, juga dapat kuhindari dengan mudah. "Kamu tahu kesalahan mu ketika melakukan penyerangan? kamu tidak pernah mengganti gerakanmu. Aku pernah membaca bahwa gerakan serangan harus selaras dengan irama alam dan hatimu!", kataku. "Tetapi Rea juga mempunyai kesalahan yang sering kamu lakukan. Rea jarang melakukan penyerangan, seringnya hanya melakukan pertahanan. itu pasti sangatlah menguntungkan lawan. Cobalah Rea GAnti teknik bertempur."sahut Oriri."OK, Ayo kita mulai lagi!".
Dengan adanya saling memperbaiki teknik bertempur, kami jadi lebih mahir dalam mengolah gerakan yang sangat gesit, lincah, dan tepat."Rea, coba kamu kerahkan kekuatan airmu"seru Oriri. Aku menengadahkan kepalaku ke atas menatap langit kelam di tengah derasnya hujan. Aku terkejut ketika melihat sosok bayangan yang panjang seperti Ular yang sangat besar, terbang di tengah-tengah gumpalan mendung. Aku terjatuh. Seluruh Tubuhku mengeluarkan warna biru yang terasa sangat dingin bagaikan es."Rea, kenapa denganmu? Kamu ga papa kan?Apakah kamu terlalu memaksakan diri hingga sinar biru keluar tanpa terkendali?","Nggak, aku nggak apa-apa. Aku hanya terkejut melihat...sepertinya Naga ...terbang di langit."ujarku."Apakah kau telah melihat sosok pelindung NEEVANA?Sang Naga Air? Dia adalah hewan pelindung yang membantu Ksatria pelindung Medal.Kau telah mengundangnya datang ke duniamu. Itu adalah suatu keajaiban. Jarang Hewan pelindung dapat menembus pintu dimensi tanpa adanya kekuatan yang dahsyat."Jelas Oriri. Ketika aku meraih pedang yang sempat terjatuh, aku kembali terkejut mengetahui terjadinya perubahan pada pedang itu. Sebongkah kristal biru telah ada di pegangan pedang. "Oriri, kenapa dengan pedangku?","Itu adalah berkembangnya kekuatanmu. masih banyak hal yang akan terjadi pada dirimu dan pedangmu."
Keesokan paginya adalah hari yang kutunggu-tunggu.Aku menantikan sosok anak baru yang akan menempati kelasku itu. Ternyata benar, Salah satunya adalah Vanessa. Tetapi satu siswa yang lain adalah sosok cantik yang sangat lembut. Namanya adalah Kinanthi. Aku berharap bahwa dia adalah sosok ksatria Tanah ataupun ksatria Angin.
Sosok Vanessa sangatlah pendiam di kelas. Walupun demikian beberapa temanku sangat tertarik dengan ke-jutek-annya. Dasar cowok, nggak bisa lihat cewek cakep.
Stu hal yang pasti bagi aku, Oriri, Vznessa adalah untuk mencari dua Ksatri lainnya dan "LETS DO IT !"

(to be continued...)


Friday, August 05, 2005

Ksatria ke-Tiga (Reamo Protection Act.3)


Mungkin memang ini jalan yang harus kutempuh...aku tidak bisa untuk menolaknya lagi...segala kecemasan yang selama ini kurasakan, ternyata tak beralasan. Aku harus tegar..harus berani menghadapi segala kenyataan. Fight the medalion and save them...!!!

Tak terasa aku sudah sebulan bersama "Oriri". Dia sudah menjadi adikku. Bahkan dia juga menjadi adik kelasku, satu SMA dengan diriku. Tak ternyana lagi, pengacara orang tuaku yang selama ini berada di Paris datang menjengukku,dia sepakat menyetujui untuk mengadopsi Oriri menjadi adikku yang sesungguhnya.
Hari pertama di SMA merupakan hari yang lumayan berat baginya. walaupun semua mata pelajaran exacta dia mampu menguasai dengan cepat, tetapi dia sangat sulit untuk mempelajari pelajaran sosial.
Sudah sebulan sejak kejadian itu kami belum bertarung sama sekali. Walaupun begitu, Oriri selalu melatih kemampuan bertarungku. Hari-hari selama kami berlatih merupakan hari yang berat dan melelahkan.
Hingga suatu saat..... ketika aku dan Oriri sedang berlatih di tengah lapangan yang sepi, Ksatria medalion Dagoo kembali datang tiba-tiba. " Aku datang untuk melawan kalian lagi. Aku ingin mengetahui seberapa besar kemampuan kalian hingga saat ini. Bersiaplah!"
Dagoo mengayunkan pedangnya ke arahku. aku berusaha untuk menghindar, tetapi ... CRAAZZ ... pedangnya mengenai bahuku. Pedang yang kupegang pun terlempar. Aku berlari untuk meraih pedangku lagi. Disaat yang bersamaan Dagoo mengeluarkan seberkas sinar menyerangku. Ketika sinar itu hampir mengenai tubuhku, aku terselamatkan oleh sekelebat bayangan. Ternyata seorang cewek berpenampilan cowok dan membawa skateboard. "aku paling benci dengan serangan dari belakang lawan, sangat tidak jantan!" ucapnya. "hahaha...ternyata akhirnya muncul juga ksatria ke-Tiga.Ayo lawan aku ksatria Api. " Dagoo kembali mengeluarkan sinar. Dengan tenang cewek itu menangkis menggunakan perisai merah yang muncul dari tangan kirinya. "sekarang giliranku menyerang..." seketika sebuah anak panah api telah melesat ke arah Dagoo. Dia menepis panah dengan mudah. "Hanya itukah kemampuanmu? ternyata kalian belum dapat kujadikan musuh yang sepantaran denganku." ujar Dagoo "Baiklah, aku akan kembali lagi ketika kalian sudah berhasil menemukan jatidiri kalian". Seketika itupula Dagoo menghilang dari pandangan kami.
" terimakasih, kamu telah menolongku. Perkenalkan namaku Reamo Reevez, panggil aku Reamo. Namamu?" sapaku. "Apalah arti sebuah nama...Jika kita berjodoh pasti akan bertemu lagi. OK!" jawabnya singkat.
" Tunggu...." seru Oriri "terus, kapan aku ngomongnya?"(Reaksi tertunda)
....GUBRAAAGH.... "Kirain mo ngomong apa" kataku.
Setelah meluncur cukup jauh, cewek itu berseru "Panggil aku Vanessa".
(to be continued...)




My Photo
Name:
Location: solo city, central java, Indonesia

Indonesian guy, straight hair, brown skin & eyes,easy going, humorous, just like ordinary guy.

www.lyricsdownload.com
ZAZIE lyrics
Yahoo! Avatars