Saturday, July 16, 2005

Namanya 'Oriri' (Reamo Protection Act.2)

Fuuh...ternyata pertarungan kemarin sangat melelahkan.Tak kusangka aku bakal bertemu gadis cantik yang tiba-tiba pingsan setelah kejadian itu. Sampai sekarang pun belum siuman.Payah nih...Aku harus bilang apa sama tetanggaku kalo dirumahku ada cewek.Padahal aku kan masih lajang??

Di kamar bekas almahum ortu-ku, gadis itu terbaring. Aku sudah sempat mendatangkan dokter untuk mengobati luka di bahunya.Lukanya sih sudah mengering (aku terkejut ketika lukanya hilang tanpa bekas hanya 3 menit setelah dokter memberi serbuk), tapi sudah 24 jam aku menungguinya belum siuman juga.

Tak berapa lama sang Gadis itu terbangun."Uhmm...Aku dimana?"kata sang gadis.Dia beberapa saat memandangiku dan bertanya...
"Kau kah yang menolongku?Kaukah ksatria pelindung itu?"
Gadis itu mengambil sebuah kristal kecil berwarna biru.Dia memberikannya kepadaku. Tiba-tiba saja kristal biru yang akan kupegang melayang diangkasa dan mengeluarkan sinar. Dari dalam sinar tampak bayangan hologram menyerupai wajah seorang Raja yang masih muda. "Kau adalah salah satu dari ksatria pelindung medali macapat yang selama ini menjadi lambang negeriku, Neevana.Kau merupakan penjaga anasir air. Maka gunakanlah kekuatanmu dengan benar."
Kemudian bayangan itu menghilang, dan kristal biru pun merasuki tubuhku. Aku merasakan sebuah kedamaian hingga akhirnya aku tersadar kembali.
"Maaf, mungkin aku kurang sopan belum berterima kasih pada ..."ucap gadis itu
"Namaku Reamo, panggil saja Rea", "Iya, Rea. Terimakasih. Namaku Oriri. Aku datang dari Neevana,negeri dari dimensi yang jauh dari sini, karena ada tugas penting yang harus kukerjakan.Aku harus mencari keempat ksatria pelindung Medali di Bumi."
jelasnya.
"Kenapa harus mencari ksatria-ksatria itu?"
tanyaku
"Itu karena pengaruh jahat yang telah mempengaruhi kesembilan medalion untuk menghancurkan Neevana, negeri ang seharusnya mereka jaga.Dagoo adalah salah satu dari medalion tersebut. Dia merupakan pemimpin para medalion"
"Apa yang harus kulakukan untuk sebagai ksatria pelindung?"
"Kau harus membantuku menemukan ketiga ksatria yang lain untuk bersama-sama memurnikan para medalion."

To be continued...




Friday, July 15, 2005

Reamo Reevez (Reamo Protection. Act.1)

Namaku Reamo, Reamo Reevez. Hari ini, mungkin hari yang baru bagiku. Aku harap bisa memulai semuanya dengan lebih baik. Mungkin juga aku pernah berpikir akan segala sesuatu yang telah menghilang dari dunia, dari alam maya. Yang jelas satu hal pasti. Aku adalah aku

Suatu malam, saat aku berjalan menyusuri trotoar... aku melihat sebuah keindahan yang tak terungkap. Aku melihat sebuah cahaya yang melintas jauh di atas kepalaku. Cahaya itu jatuh di lapangan yang tak jauh dari aku berdiri. Aku berlari menghampirinya. Di balik cahaya itu, seorang gadis cantik berpakaian bak dewi Artemis dari yunani. Tak lama kemudian menyusul sebuah cahaya merah yang muncul di depan gadis itu. cahaya merah berubah menjadi sesosok satria bersayap. Dia menghunuskan pedang ke dada sang gadis. Tetapi gadis itu berhasil menghindar dan mengayunkan sebuah tendangan ke arah perut lawan.
Setelah mampu berdiri dan siap bertarung, gadis itu mulai mengeluarkan senjatanya yang berupa trisula. Dengan segala upayanya, sang gadis mulai dapat mengimbangi serangan lawan. Hingga ketika sang gadis lengah, satria itu mengayunkan pedangnya ke arah gadis itu.
Aku berusaha untuk menyelamatkan sang gadis. Aku segera berlari dan mencoba melindungi gadis dari serangan lawan.
Tak kusangka, sebuah perisai dan pedang telah terpasang di tanganku. Aku merasakan kekuatan yang luar biasa menyelimuti diri. Karena serangan tiba-tiba, ksatria tak sempat menghindarkan diri dari seranganku. Bahu kanannya robek oleh pedangku.
"Ternyata satu dari ksatria pelindung Medali Macapat talah bangkit. Aku tersanjung bisa melawanmu. Aku adalah Jendral perang Dagoo. Kita pasti bertemu lagi di lain waktu"kata sang Ksatria.
....to be continued

Thursday, July 14, 2005

hari-hari


Hari-hari akhir ini aku sering merasa lelah, tapi aku juga kadang merasakan perasaan yang menggebu-gebu. Apalagi kalo udah berkaitan dengan hal kesenian khususnya jawa. wuaaah...Aku bisa merasa enjoy in it. yah mo gimana lagi? aku juga merasakan sesuatu hal yang luar biasa dihati ketika aku lantunin tembang2 macapat, or ngumandangin geguritan yang syahdu....Emang aneh sih mungkin bagi anak2 jaman sekarang yang lebih sering memperhatikan penampilannya daripada unggah-ungguh dan kkabudayan jawi-nya. Itulah alam yang selalu akan mengevaluasi kapan dia mau berlari..... Semoga semua planning yang telah kubuat bisa lancar2 semua. satuhu

My Photo
Name:
Location: solo city, central java, Indonesia

Indonesian guy, straight hair, brown skin & eyes,easy going, humorous, just like ordinary guy.

www.lyricsdownload.com
ZAZIE lyrics
Yahoo! Avatars